Sejarah Kerajaan Mataram Islam

  • On December 4, 2019 ·
  • By ·
Sejarah Kerajaan Mataram Islam

Pada kesempatan ini gurusekolah.co.id akan membahas materi tentang ranah Islam termasuk sejarahnya, raja-rajanya dan peninggalannya.

Untuk penjelasan lebih rinci di bawah ini:

Sejarah Kerajaan Mataram Islam

Atas keberhasilan Sultan Hadiwijaya di Pajang, Ki Ageng Pahanahan diangkat menjadi bupati di Mataram sebagai imbalan atas kesuksesannya dalam membantu memburu Aria Penangsang.

Sutawijaya, putra Ki Ageng Bahanahan diadopsi oleh Sultan Hadiwijaya. Setelah kematian Ki Ageng Arahan pada 1575, Sutawijaya diangkat menjadi bupati Mataram.

Sutawijaya tidak puas sebagai bupati dan ingin menjadi raja seluruh Jawa. Karena itu, Sutawijaya mulai memperkuat sistem pertahanan Mataram.

keinginan itu ditemukan oleh Hadiwijaya, jadi dia mengirim pasukan untuk menyerang Mataram. Pada 1582 perang sengit pecah. Para Prajurit menderita kekalahan. Sultan Hadiwijaya sendiri sedang sakit pada saat itu.

Beberapa waktu kemudian Sultan Hadiwijaya pergi. Setelah kejadian itu, terjadi perebutan kekuasaan antara para bangsawan Pajang. Pangeran Pangiri (menantu Hadiwijaya, yang adalah bupati Demak) datang untuk menyerang Pajang untuk merebut tahta.

Jelas dia menentang para bangsawan Pajang yang bekerja sama dengan Sutawijaya, bupati Mataram. Akhirnya, Pangeran Pangiri dan para pengikutnya dapat dikalahkan dan diusir dari Pajang.

Setelah kondisi damai, Pangeran Benawa (putra Hadiwijaya) menyerahkan tahtanya kepada Sutawijaya yang kemudian memindahkan pusat pemerintahannya ke Mataram pada 1586.

Raja Kerajaan Mataram Islam

Kerajaan Mataram Islam diperintah oleh 6 raja, sebagai berikut:

1. Usia pernikahan yang luar biasa
Ki Ageng Pahanahan adalah pendiri desa Mataram pada 1556. Desa ini akan menjadi kerajaan Mataram yang dipimpin oleh putranya, Sutawijaya.

Tanah itu awalnya adalah hutan lebat yang dibuka oleh masyarakat sekitar dan dinamai Hutan Mentaok. Kemudian Ki Ageng Pamanahan mengubah bekas hutan ini menjadi desa bernama Mataram. The Great Age of Marriage meninggal pada 1584 dan dimakan di kota Gede (sekarang Yogyakarta)

2. Pembuatan film burung merpati
Setelah Ki Ageng wafat pada 1584, kekuasaan jatuh pada putranya Sutawijaya. Dia adalah menantu dan anak angkat Sultan Pajang.

Sutawijaya adalah wakil pemerintah Pajang. Oleh karena itu, ia diberi gelar “Panembahan Senapati” karena ia masih dianggap sebagai komandan utama Pajang di bawah Sultan Pajang.

Kerajaan Islam Mataram mulai bangkit di bawah kepemimpinan Panembahan Senapati. Kerajaan kemudian memperluas wilayahnya dari Pajang, Demak, Tuban, Madiun, Pasuruan dan sebagian besar Surabaya. Pemilihan Senapati meninggal pada 1523 dan putranya Raden Mas Jolang menggantikannya.

3. Raden Mas Jolang
Raden Mas Jolang atau Panembahan Anyakrawati adalah putra Panembahan Senapati dan putri Ki Ageng Panjawi, penguasa kematian. Raden Mas Jolang adalah pewaris kedua kerajaan Islam Mataram. Ia memerintah dari 1606 hingga 1613 atau 12 tahun.

Banyak perang terjadi pada masa pemerintahannya. Perang untuk menaklukkan wilayah atau mempertahankan wilayah. Raden Mas Jolang meninggal pada 1613 di desa Krapyak. dia dimakamkan di Pemakaman Pasar Besar di bawah diet ayahnya.

4. Raden Mas Rangsang
Raden Mas Rangsang adalah raja ke-3 dari Kerajaan Islam Mataram dan merupakan putra dari Raden Mas Jolang. Ia memerintah dari tahun 1613 hingga 1645. Selama masa pemerintahannya, kerajaan Mataram mencapai puncak kesuksesan.

Raden Mas Rangsang menerima gelar Sultan Agung Senapati Ingalaga Ngabdurrachman. Pada saat itu, Kerajaan Mataram telah menaklukkan hampir semua wilayah Jawa seperti Jawa Tengah, Jawa Timur dan sebagian besar Jawa Barat.

Alih-alih menaklukkan wilayah itu dengan berperang melawan raja Jawa. Sultan juga berperang melawan VOC yang ingin merebut Jawa dan Batavia.

Selama Kesultanan Besar, Kerajaan Mataram berkembang menjadi Kerajaan Agraris. Sultan Agung wafat pada tahun 1645 dan dimakamkan di Imogiri.

5. Amangkurat I
Sultan Amangkurat adalah putra dari Sultan Besar. Ketika dia berkuasa, dia memindahkan pusat kerajinan dari kota Agung ke istana Plered pada tahun 1647. Sultan Amangkurat berhasil dari tahun 1638 hingga 1647.

6. Amangkurat II
Amangkurat II atau Raden Mas Rahmat adalah pendiri dan raja pertama dinasti Kartasura. Penggunaan Kartasura adalah perpanjangan dari ranah Islam Mataram. Raden Mas Rahmat berkuasa 1677-1703.

Dia adalah raja Jawa pertama yang menggunakan pakaian Eropa sebagai pakaian kerja. Itu sebabnya orang memanggilnya Sunan Amral (laksamana).

Itulah yang tadi membahas makalah tentang kerajaan mataram islam: Sejarah, Raja-Raja Dan Peninggalannya yang bisa Gurusekolah.co.id jelaskan semoga dengan adanya ulasan diatas dapat menambah wawasan dan pengetahuan kalian semua. terima kasih banyak atas kunjungannya.