Rumus Bilangan Bulat

  • On September 8, 2019 ·
  • By ·
Rumus Bilangan Bulat

 

Halo teman, kali ini kami akan membagikan materi menarik tentang Matematika untuk Sekolah Menengah Kelas 7, yang mencakup keseluruhan. Pernahkah Anda di rumah menonton termometer? Dalam pengukuran menggunakan salah satu alat pengukur suhu ini, jika hasilnya kurang dari nol, tulisan menggunakan tanda negatif. Misalnya, jika Anda memiliki air dengan suhu 40 ° C, masukkan ke dalam kulkas hingga menjadi es dengan suhu di bawah 0 derajat. Sebagai contoh, ternyata es itu 8 derajat di bawah nol, jadi sobat bisa menulisnya dengan -8 derajat c. Angka 40, 0 dan -8 yang Anda amati adalah bilangan bulat.

Memahami bilangan bulat

bilangan bulat Dilihat dari nama “bulat” angka ini tidak dibagi atau terpotong. Angka ini utuh baik negatif maupun positif dan merupakan kelipatan 1 / -1. Kumpulan angka-angka yang dapat dibagi oleh 1 seperti angka 100, 40 dan -7 pada pengamatan termometer di atas adalah anggota bilangan bulat.

Bilangan bulat terdiri dari 3 bagian, atau satu set bilangan bulat positif, angka 0 (nol) dan bilangan bulat negatif.

Integer di garis numerik
Secara grafis, jika Anda meletakkannya di garis numerik maka akan terlihat seperti gambar di bawah ini:

integer pada garis numerik

Jika dilihat dari garis numerik di atas, angka 1, 2, 3, 4, 5, … disebut bilangan bulat positif dan berada di sebelah kanan nol. Angka -1, -2, -3, -4, -5, … disebut bilangan bulat negatif dan berada di sebelah kiri nol.

Hubungan antara dua bilangan bulat
melaporkan bilangan bulat

Jika Anda melihat garis angka di atas, semakin benar posisi angka, semakin besar nilainya. Begitu juga sebaliknya, semakin ke kiri semakin kecil nilainya. Oleh karena itu, jika ada dua angka A dan B yang diposisikan pada garis numerik, relasi akan diterapkan:

untuk. jika A di sebelah kiri B, maka A kurang dari B (A <B)
b. Jika A di sebelah kanan B, maka A lebih besar dari B (A> B).

Operasi matematika
untuk. tambahan
Dua angka bulat bertanda sama

Jika ada dua bilangan bulat yang ditandai dengan yang sama (baik negatif atau positif). Tambahkan dua angka bersamaan (abaikan tanda + / -. Kemudian berikan tanda berdasarkan tanda kedua angka tersebut:

contoh
23 + 45 = 68
– 20 + (-21) = – (20 + 21) = -41

Dua angka bulat di depan tanda

Jika dua angka berbeda tanda positif dan negatif, kurangi angka bernilai besar dengan angka nilai kecil mengabaikan tanda. Oleh karena itu hasilnya adalah untuk memberikan tanda yang sama dari angka yang nilainya lebih besar.

contoh
-54 + 120 = (120-45) = 75
-50 + 32 = – (50 -32) = -18

Perlakukan dalam menambahkan bilangan bulat

untuk. Sifat tertutup
Menambahkan setiap angka hanya akan menghasilkan angka utuh.

b. Sifat komutatif (pertukaran)
Untuk semua a dan b mereka dibulatkan, jadi terapkan a + b = b + a.

c. Elemen identitas
Angka nol adalah elemen pembentukan identitas dalam operasi tambah. Artinya, untuk semua bilangan bulat yang ditambahkan dari nol hasilnya adalah bilangan itu sendiri. a + 0 = a.

d. Sifat asosiatif
Untuk setiap a, b dan c adalah bilangan bulat, jadi (a + b) + c = a + (b + c)

aku s. Memiliki Pembalikan
Dikatakan bahwa angka memiliki kebalikan dari penambahan jika jumlah hasil dari angka dengan iversnya sama dengan elemen identitas (nol). Kebalikan dari is – a dan kebalikan dari is. Sehingga a + (-a) = 0.

pengurangan
Pengurangan sama dengan penambahan ke angka minus. Coba teman, perhatikan dua contoh berikut:

4 – 3 = 4 + (-3) = 1

masih ingat “pengurangan = penambahan dengan pengurangan numerik yang berlawanan”

-3 – (-4) = -3 + 4 = 1

Jadi, sebagai kesimpulan, pada pengurangan angka, MENGURANGI DENGAN NOMOR setara dengan MENAMBAHKAN MITRA PENGURANGAN. Rumusnya tertulis

a- b = a + (-b)

perkalian
rumus perkalian:

p x q = pg
(-p) x q = – (pxq) = -pq
p x (-q) = – (pxq) = -pq
(-p) x (-q) = p x q = pq
Properti multiplikasi bilangan bulat

untuk. Sifat tertutup
Setiap produk dari perkalian bilangan bulat juga merupakan bilangan bulat. Untuk setiap bilangan bulat p adalah q, jadi p x q = r di mana r juga bilangan bulat.

b. Sifat komutatif
Untuk setiap bilangan bulat p dan q, sifat properti p x q = q x p

c. Sifat asosiatif
Untuk setiap bilangan bulat p dan q, properti p x (q x r) = (p x q) x r adalah valid

d. Sifat distribusi multiplikasi dengan tambahan
Untuk setiap bilangan bulat p, qer properti selalu diterapkan

p x (q + r) = (p x q) + (p x r)

aku s. Sifat distribusi multiplikasi sehubungan dengan reduksi

Di depan rumus sebelumnya, untuk bilangan bulat p, qer properti diterapkan

p x (q – r) = (p xq) – (p x r)

f. Elemen identitas

Elemen identitas dalam perkalian bilangan bulat adalah angka 1. Jika Anda mengalikan bilangan bulat dengan 1, hasilnya adalah bilangan itu sendiri.

Sumber : https://rumusbilangan.com/rumus-kuartil/