Zeus Battery

Pulser Motor: Pengertian, Fungsi, Cara Kerja, Jenis, dan Pasangnya

pulser motor

Pulser motor merupakan salah satu komponen penting dalam kelistrikan motor selain dari aki, spul, CDI, dan kiprok. Sehingga apabila ingin menjaga sistem kelistrikan dan pengapian pada motor. Harus rutin memeriksa komponen ini.

Jadi ketika pulser ini bermasalah, maka tentu akan memicu timbulnya permasalahan di sistem pengapian motor. Untuk Anda yang masih belum paham dengan pulser motor, bisa membaca penjelasan lengkap di bawah ini dengan lengkap.

Pengertian Pulser Motor

Pulser adalah salah satu komponen kendaraan bermotor yang berperan menentukan kapan timing yang tepat listrik dialirkan.
Sebutan dari pulser pun kadang bermacam-macam. Ada yang menyebutnya pick up coil atau spul pulser.

Fungsi Pulser Motor

Fungsi pulser adalah menentukan kapan listrik akan dialirkan. Pulser mampu mendeteksi posisi piston di motor dari pick up magnet.

Nantinya aliran listrik akan dikirimkan ke CDI dan TCI sehingga terjadi proses pengapian di busi. Penentuan timing yang tepat kapan listrik dialirkan menjadi fungsi pulser yang amat penting.

Fungsi pulser penting untuk menentukan kapan waktu yang tepat bagi TCI atau Trancistor Control Ignition dan CDI atau Capacitor Discharge Ignition mematikan listrik.

Sehingga pulser motor merupakan suatu alat yang penting dalam rangkaian mesin kendaraan. Alat ini dibuat khusus dari bahan besi dengan kandungan magnet dan dililitkan kawat tembaga khusus.

Kawat yang dililitkan pun halus. Saat ujung pulser ditempelkan pada logam lalu ditarik berulang, ujungnya akan mengalirkan listrik. Besar kecilnya aliran listrik yang muncul bisa diukur dengan Avometer.

Cara Kerja Pulser

Pulser pada dasarnya memiliki lilitan kawat tembaga yang nantinya lilitan ini akan bergesekan dengan besi magnet sehingga mampu mengeluarkan arus listrik.

Bukan hanya mengeluarkan listrik saja, tetapi fungsi pulser yang paling hebat ialah menentukan timing arus listrik yang tepat.

Sehingga saat besi magnet didekatkan pada ujung pulser bahkan ditarik berulang, maka aliran akan muncul dan membuat CDI berfungsi.

Arus listrik yang tercipta bisa diketahui jumlahnya menggunakan Avometer. Adanya aliran listrik ini akan membuat jarum penunjuk pada Avometer bergerak dan mengarah pada skala x10 atau x100 ohm meter.

Jenis Pulser

Umumnya terdapar dua jenis pulser yang ada dan kedunya memiliki peranannya masing-masing dalam menentukan waktu pengiriman listrik yang tepat. Berikut adalah penjelasannya.

1. Pulser Motor Positif

Jenis ini terdapat di bagian ujung alat dan paling depan dari bagian tonjolan magnet. Jika ujung belakang pulser menonjon melewati pulser, maka akan menciptakan pulse negatif.

Pulse positif nantinya akan bergusa saat advance timing berada di RPM menengah ke atas.

2. Pulser Motor Negatif

Berbeda dengan yang positif, pulser negatif ada di bagian ujung belakang pulser. Jika tonjolan magnet melewati pulser, maka ia berbentuk pulser negatif.

Sedangkan bila ujung belakangnya melewati pulser, maka akan menciptakan pulser positif. Umumnya terdapat beberapa jenis motor yang menggunakan pulser negatif dengan dua kabel seperti Suzuki Satria FU.

Pulser negatif akan sangat berguna ketika RPM berada di angka menengah ke bawah.

Cara Pasang Pulser yang Benar

Cara memasang pulser haruslah dilakukan dengan prosedur yang benar agar ia bisa bekerja dengan baik dalam mengalirkan listrik.
Kesalahan pemasangan pulser bisa mengakibatkan motor tak bisa menyala meski distarter berulang kali.

Alat yang biasa digunakan untuk pemasangannya adalah kunci L5, T8, dan obeng plus. Adapun langkah pemasangannya yaitu:

  1. Oli mesin pada motor harus di tap lebih dulu dan lepaskan tuas perseneling agar proses pemasangannya mudah. Selanjutnya buka terlebih dahulu blok magnet di sebelah kiri.
  2. Lepaskan spul magnet dengan kunci. Sesuaikan kunci T8, L5, atau L4. Ada juga yang dapat dilepaskan dengan obeng plus.
  3. Selanjutnya lepaskan spul dengan hati-hati, khususnya ketika melepas baut agar tak terjadi kerusakan. Simpan baut di tempat yang aman untuk dipasang kembali nantinya.
  4. Bersihkan lalu pasang kembali spul pulser dengan benar pada blok magnet. Ingat-ingat kembali cara pasangnya agar tidak terjadi kesalahan.

Catatan:

Cara tersebut untuk pemasangan pulser di motor bebek. Sedangkan untuk motor matik harus melepaskan radiator motor terlebih dahulu.

Cara ini bisa dilakukan saat Anda mau melakukan pengecekan di pulser motor apabila ada kerusakan atau masih befungsi.

Ciri Pulser Mengalami Kerusakan

Saat motor Anda mogok atau sulit dinyalakan. Perlu dicek apakah ada kerusakan di bagian pulsernya atau tidak. Beberapa ciri yang menandakan pulser rusak yaitu:

  • Motor tidak bisa dinyalakan dengan tidak adanya arus listrik sehingga busi tak memercikan api.
  • Motor dapat bergerak namun tak bisa berjalan dengan normal, seperti sering mati mendadak.

Kedua kerusakan tersebut timbul karena adanya gangguan atas dan bawah. Kebanyakan efek geser pulser yang lemah sehingga membuat motor tak bisa berjalan normal.

Apabila motor tiba-tiba tersendat saat berjalan seperti kehabisann bensin padahal bensinnya penuh. Maka kemungkinan ada kerusakan di pulser.

Penutup

Demikianlah artikel dan penjelasan tentang pulse motor yang berhubungan dengan pengertian, fungsi, cara kerja, jenis, dan cara pasangnya. Semoga bisa jadi referensi untuk Anda sekalian dalam memahami fungsi pulser.

 

FAQ Pulser Motor

Apa itu pulser dan fungsinya?

Pulser merupakan suatu komponen kelistrikan kendaraan yang berfungsi mendeteksi posisi piston pada motor dari pick up magnet.

Apa yg terjadi jika pulser motor rusak?

Efek geser pulser di mesin motor akan berjalan tak karuan, bahkan untuk kondisi terburuknya tegangan tak akan keluar sama sekali.

Apa yang dimaksud pulser?

Pulser motor adalah perangkat penting pada kendaraan bermotor yang fungsinya menentukan timing pada CDI maupun TCI untuk mematikan listrik yang akan diteruskan oleh pengapian busi.

Apakah pulser bisa diperbaiki?

Bila kerusakannya masih kecil, tentu masih bisa diperbaiki. Tetapi jika sudah parah, akan lebih baik jika diganti baru.

Bagaimana cara kerja pulser?

Lilitan kawat tembaga pada pulser nantinya mengalami pergesekan dengan besok magnet sehingga bisa mengeluarkan arus listirk dan menentukan timingnya.

Berapa tegangan pulser?

Tegangan normal pulse setelah diukur yaitu 0,5 sampai 1 volt.

Berapa jarak pulser dengan magnet?

Sekitar 0,6 milimeter.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.