Zeus Battery

Informasi & Marketing : (021) 8899-7274

Perbedaan Air Aki Merah dan Biru dari Kandungan & Fungsinya

Perbedaan Air Aki Merah dan Biru

Sebagian dari Anda mungkin ada yang belum tahu perbedaan air aki merah dan biru, atau beda air aki zuur dan biasa. Bahkan kadang juga ada yang menyebutnya perbedaan air aki dan air zuur.

Secara umum, air aki yang dijual di pasaran dibedakan dari warna label atau tutup botolnya, yaitu air aki dengan simbol warna merah dan biru. Dimana keduanya memiliki kandungan dan fungsi berbeda.

Meskipun demikian, namun untuk penggunaannya harus hati-hati karena air aki mengandung zat berbahaya yang bisa menimbulkan iritasi pada kulit.

Apa sajakah perbedaan air accu merah dan biru? Mari simak penjelasan lengkapnya berikut ini.

Perbedaan Air Aki Merah dan Biru

Berbicara tentang perbedaan air aki biru dan merah, maka dalam hal ini kita akan terfokus pada kandungan dan fungsinya. Mari kita simak penjelasannya:

Kandungan Air Aki

a. Kandungan Air Aki Merah (Air Aki Zuur)

Air aki merah umumnya berwarna agak kekuning-kuningan, meski ada juga beberapa brand yang warna air akinya bening.

Komponen utama penyusun air zuur adalah asam sulfat atau H2SO4 serta mengandung elektrolit yang dapat menyimpan dan menghantarkan arus listrik.

Sifat keasaman yang dimiliki sangatlah kuat, bersifat korosif, mudah menimbulkan iritasi, bahkan bisa memicu karat pada logam kecuali timbal atau timah hitam (Pb).

Ini karena adanya kandungan unsur sulfur yang kuat sehingga logam tertentu bisa dibuat mudah berkarat.

Kalau untuk logam berbahaya, tentu saja untuk manusia jauh lebih bahaya. Apabila terkena kulit bisa menimbulkan iritasi, rasa terbakar, dan gatal-gatal. Bahkan bisa bikin kain bolong dengan mudah.

Maka dari itu, perlu rasa hati-hati yang tinggi saat pengisian air aki agar tidak menimbulkan bahaya yang tidak diinginkan.

b. Kandungan Air Aki Biru

Untuk yang berwarna biru, umumnya lebih dikenal sebagai air aki saja atau ada juga yang bilang air suling.

Yaitu berupa air biasa yang telah melewati proses demineralisasi atau penyulingan sehingga lebih murni dan bebas dari kandungan mineral semacam logam. Bisa dibilang ia semacam akuades.

Karena sifatnya yang bebas dari mineral inilah ia aman digunakan untuk menambah volume air di aki. Kadar asam sulfat di aki tetap, namun hanya volume cairannya saja yang bertambah.

 

Fungsi Air Aki

Untuk pengisian air aki, ada komposisi atau takaran tersendiri yang perlu diikuti dalam penerapannya. Yaitu 70% untuk air aki merah dan 30% biru. Lantas, apa sajakah fungsinya, simak di bawah ini.

1. Fungsi Air Aki Merah (Zuur)

Umumnya air aki merah atau air zuur dipakai untuk pengisian cairan aki saat pertama kali digunakan karena memiliki sifat elektrolit yang kuat sehingga mampu menyimpan dan menyalurkan listrik.

Kebanyakan jenis aki biasanya telah mengisikan air zuur ke aki saat di pabrikannya. Namun untuk aki tertentu seperti Zeus, air zuurnya memang sengaja dipisahkan karena alasan keamanan.

Jadi apabila Anda membeli aki kering zeus, di dalamnya sudah ada air zuur yang perlu diisikan terlebih dahulu sebelum digunakan.

2. Fungsi Air Aki Biru

Air aki biru umumnya digunakan untuk menambah volume cairan pada aki basah jika dirasa sudah mengering. Sifatnya yang murni ini memberikan peredaman suhu jika air zuur dirasa panas saat perjalanan.

Tak jarang air zuur akan mengalami masa mendidih atau menguap saat perjalanan jauh. Pastinya ini akan sangat berbahaya bila dibiarkan.

Maka dari itu, ada baiknya membawa air aki biru sebagai antisipasi jika kondisi cairan elektrolit di dalam aki dirasa kurang stabil. Apalagi jika hendak melakukan perjalanan jauh. Tapi tetap pastikan bahwa takarannya sesuai agar tidak merubah kadar takaran dari air aki merah.

Berbeda dengan air aki merah, air yang biru tidak berbahaya dan cenderung aman bila terkena kulit maupun logam.

 

FAQ Bedanya Air Aki Basah dan Kering

Bisakah kita menambahkan volume air aki dengan air aki merah (zuur)?

Tentu saja tidak. Air zuur hanya untuk mengisi aki yang baru, bukan untuk menambah volume cairan yang ada. Penambahan cairan dengan air zuur justru bisa merusak sel-sel aki dan umurnya tidak akan lama.

Berapa komposisi cairan merah dan biru pada aki?

Komposisi pengisian cairan pada aki yaitu air zuur 70% dan air aki 30%. Pastikan pengisian air aki biru tak sampai melewati batas bawah lower level

Kapan saatnya mengisi air aki?

Untuk aki basah, umumnya harus dilakukan pengecekan kondisi cairannya tiap sebulan sekali. Apabila volumenya sudah berkurang, maka perlu ditambahkan air aki biru.

 

Penutup

Itulah penjelasan lengkap tentang perbedaan air aki merah dan biru. Semoga bisa jadi wawasan yang bermanfaat untuk Anda sehingga bisa terhindar dari salah beli air aki. Terima kasih.

Baca Juga: Cara Mengisi Aki Kering Baru yang Benar Zeus

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.