Zeus Battery

Sistem Pengisian Aki Motor Bermasalah, Pahami ini Dulu

sistem pengisian aki motor

Sistem pengisian aki motor merupakan suatu hal yang penting untuk diketahui agar Anda bisa lebih mengantisipasi aki mati tiba-tiba.

Dampaknya tentu akan mengganggu sistem kelistrikan, khususnya untuk motor yang menggunakan sistem injeksi.

Perlu diketahui bahwa usia pakai sepeda motor tak hanya bergantung pada pemakaian dan perawatan. Tetapi juga sistem pengisian aki motor atau suplai listrik ke aki juga jadi faktor penentu.

Berbeda dengan aki mobil, sistem pengisian aki motor mengalami perbedaan karena tak menggunakan regulator canggih dan besar sehingga pengisiannya kurang stabil.

Untuk itu, pengisian aki harus sesekali diperiksa agar memastikan semuanya berfungsi dengan baik. Berikut ini adalah penjelasan tentang sistem pengisian pada aki motor.

Sistem Pengisian Aki Motor

Di sini kita ambil contoh perumpamaan air di ember dan keran. Air di ember harus dijaga selalu penuh, tapi tidak boleh sampai luber.

Sehingga dalam hal ini, derasnya air yang keluar dari keran harus mengikuti penggunaan air di ember.

Kiprok

Keran air diumpamakan sebagai regulator atau sering disebut kiprok. Ia berfungsi otomatis memantau penuhnya ember.

Apabila pengisiannya berlebih hingga mencapai 15V atau lebih, maka bisa dipastikan kiproknya yang rusak. Perlu dilakukan ganti kiprok agar semuanya kembali normal.

Apabila pengisiannya kurang, maka cuma ada dua kemungkinan. Kerannya rusak atau sumber airnya bermasalah.

Spul atau Kumparan

Anggaplah sumber air itu adalah PAM (Perusahaan Air Minum). Jadi meski kerannya normal dan terbuka penuh, PAM tak akan memberikan cukup air.

PAM ini diibaratkan kumparan atau spul. Dimana spul bekerja sama dengan magnet yang berputar untuk menghasilkan listrik.

Menurut pengalaman, jarang sekali magnet mengalami kerusakan. Biasanya kalau bukan kiprok, berarti spul. Kecuali Vespa keluaran lawan, biasanya cukup sering magnetnya rusak.

Agar memastikan rusak atau tidaknya spul, harus dilakukan pengukuran tegangan pada arus dari sepul sebelum kiprok. Arus inilah yang disebut sebagai arus bolak balik atau AC (Alternating Current).

Umumnya tegangan saat stasioner di kisaran 25-30 V. Sedangkan putaran mesin maksimal bisa sampai 100 V.

Terlalu tinggi maupun terlalu rendah bisa merusak aki dan perlengkapan listrik lainnya. Bahkan bisa menyebabkan baterai menggembung seperti balon.

Cara Mengecek Pengisian Aki Motor

Untuk mengeceknya, bisa menggunakan alat pengisian aki pada motor yaitu ampere meter atau volt meter.

Ketika mesin mati, tegangan di aki yang sehat sekitar 12,3 -12,6 Volt. Sedangkan untuk mesin hidup, tegangannya bisa naik sampai 14,2 Volt.

Apabila melebihi nilai tersebut, maka pengisiannya bersifat berlebih dan dapat memperpendek umur aki.

Ketika listrik digunakan, lampu rem, klakson, dan sein juga hidup. Dalam kondisi ini, tegangan aki minimalnya sama dengan tegangan saat mesin mati. Pastikan ia tak boleh kurang dari 12, 3 V.

Apabila kurang, aki akan cepat tekor. Artinya listrik di aki akan lebih cepat habis dan rusak. Jadi apabila aki rusak dalam kurun waktu kurang dari setahun, sebaiknya cek kembali sistem pengisian motor Anda sebelum ganti aki.

Penyebab Pengisian Aki Motor Bermasalah

Terdapat beberapa faktor yang seringkali jadi penyebab pengisian aki motor bermasalah sehingga menyebabkan ia lemah.

1. Periksa kondisi kiprok

Kiprok termasuk komponen kelistrikan terpenting dalam aki. Fungsinya yaitu menyesuaikan besar kecilnya tegangan listrik yang akan dialirkan.

Sebab listrik yang masuk ke dalam aki harus sesuai kebutuhan. Jadi penting untuk mengecek kondisi kiprok saat aki Anda tekor sebelum waktu normalnya.

2. Periksa kondisi spul

Spul merupakan komponen yang menghasilkan listrik lewat magnet yang digerakkan. Untuk mengetahui kondisi spul rusak atau tidak, Anda bisa memakai alat multitester.

3. Bore-up

Bore-up pada dasarnya berfungsi memperbesar kapasitas silinder maupun CC mesin. Memodifikasi motor jadi bore-up seringkali dilakukan oleh para pecinta motor.

Hanya saja menggunakan bore-up yang tak sempurna bisa membuat aki tekor dan sistem kelistrikan motor terganggu.

4. Memodifikasi berlebihan

Upaya modifikasi yang berlebihan seperti penambahan lampu dan mengganti klakson menjadi salah satu penyebab aki motor mudah tekor.
Ini karena semakin besarnya konsumsi listrik maka akan semakin membebani kelistrikan motor. Akibatkan akan merusak aki.

5. Periksa kebersihan aki

Kebersihan aki juga jadi salah satu aspek yang perlu diperhatikan. Sebab jika aki kotor bisa menyebabkan masalah saat mesin dinyalakan.

Ini disebabkan karena senyawa kimia yang ada di aki sehingga menimbulkan plak atau karat di terminal.
Apabila plaknya terlalu banyak, maka penyetruman di motor tidak akan maksimal dan bisa memicu aki lebih cepat tekor.

Pengisian Aki Motor yang Normal

Pengisian aki pada motor dikatakan normal apabila jumlah arus yang masuk sama dengan jumlah arus yang dibutuhkan kendaraan Anda.
Apabila arusnya tak seimbak, baik itu terlalu kecil maupun terlalu besar. Bisa memicu timbulnya masalah yang mempengaruhi kinerja kelistrikan motor Anda.

Penutup

Demikianlah penjelasan terkait sistem pengisian aki motor secara lengkap. Semoga bisa membantu dalam mengatasi masalah di motor Anda.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.