Pengertian Depresiasi (Penyusutan) dan Penjelasan Lengkap

  • On July 24, 2019 ·
  • By ·
Pengertian Depresiasi (Penyusutan) dan Penjelasan Lengkap

Pengertian Depresiasi (Penyusutan) dan Penjelasan Lengkap – Kali ini konsep depresiasi serta metode dan contoh akan dibahas. Berikut penjelasannya

Definisi depresiasi

Depresiasi adalah alokasi yang dibuat secara sistematis untuk mengurangi atau mengurangi jumlah aset selama umur aset.

Aset tetap ini adalah aset perusahaan untuk mendukung kegiatan operasional. Setiap tahun, aset tetap yang digunakan dalam operasi perusahaan menimbulkan biaya penyusutan. Secara umum, penerapan penyusutan atau amortisasi aset tetap terhadap posisi keuangan suatu perusahaan dapat berdampak pada laporan keuangannya dan juga pada perubahan pajak perusahaan.

Depresiasi sering dianggap sebagai kehilangan nilai akuntansi, tetapi dapat dilihat oleh petugas akuntansi yang memahami laporan keuangan sebagai sarana mengalokasikan biaya. Untuk membantu kami lebih memahami hal ini, menurut para ahli, kami memberikan beberapa definisi penyusutan sebagai berikut:

Oleh Kleson, Weygant dan Warfield

Pengertian Depresiasi

Penyusutan adalah proses akuntansi untuk mengalokasikan biaya properti, pabrik dan peralatan untuk biaya sistematis dan nasional selama periode yang diharapkan mendapat manfaat dari penggunaan aset ini.

Menurut Zaki Baridwan

Penyusutan adalah bagian dari biaya aset tetap dan secara sistematis dibebankan ke biaya untuk periode berjalan.

Standar Akuntansi (PSAK)

Penyusutan adalah jumlah aset yang dapat diamortisasi selama estimasi masa manfaatnya. Penyusutan untuk periode yang bersangkutan diakui secara langsung atau tidak langsung dalam pendapatan.

Metode penyusutan dalam bisnis

Perusahaan memiliki beberapa metode penyusutan yang umum digunakan. Sesuai dengan definisi penyusutan yang disebutkan di atas, akuntan harus menggunakan metode penyusutan yang masuk akal dan sistematis. Misalnya, dalam studi kasus, perusahaan Anda ingin membeli mesin produksi baru untuk tujuan tertentu, dapat dijelaskan sebagai berikut:

  • Mesin Produksi Baru Biaya = Rp. 500 juta
  • Taksiran manfaat Waktu = 5 tahun
  • Nilai perkiraan waktu = Rp50 juta
  • Usia produktif = 30 ribu jam

Berikut adalah sejumlah metode penyusutan yang dapat Anda gunakan untuk menghitung penyusutan keuangan perusahaan Anda, termasuk:

1. Metode garis lurus

Metode ini juga disebut metode langsung dan merupakan metode yang paling sering digunakan untuk menghitung biaya penyusutan.

Metode ini berfokus pada penyusutan sebagai fungsi waktu, bukan sebagai penggunaan akhir. Rumusnya adalah sebagai berikut:

  • Biaya Penyusutan = (Aset – Nilai Sisa): (Periode Aset / Seumur Hidup)
  • Biaya Penyusutan = (Rp. 500 Juta Rp. 50 Juta): 5 = Rp. 90 juta EUR

Namun, penggunaan metode ini dianggap kurang realistis karena dana yang sama digunakan setiap tahun.

2. Pengurangan metode pemuatan

Metode ini adalah metode penyusutan yang dipercepat yang memberikan biaya penyusutan yang lebih tinggi di awal tahun dan biaya yang lebih rendah pada periode berikutnya. Fokus utama dari metode ini adalah biaya penyusutan yang lebih tinggi pada awal tahun karena aset menurun dari tahun ke tahun.

Lihat Juga :