Mendeteksi Gejala Tipes Dari Yang Ringan Hingga Yang Parah

  • On September 8, 2019 ·
  • By ·
Mendeteksi Gejala Tipes Dari Yang Ringan Hingga Yang Parah

Demam tifoid atau tifoid adalah penyakit yang umum di Indonesia dan dapat dialami oleh orang dewasa hingga anak-anak. Penyakit ini seharusnya tidak diremehkan. Jika tidak ditangani dengan benar, gejala tifoid dapat berakibat fatal. Karena itu, kami mengenali gejala-gejala tifus mulai dari yang ringan sampai yang parah.

Daftar gejala tipus ringan

Demam tifoid menyebar melalui konsumsi makanan atau air yang terkontaminasi dan melalui kontak langsung dengan feses yang mengandung bakteri Salmonella typhii.

Nah, gejala tipus berikut biasanya muncul sedini 6-30 hari setelah infeksi dengan bakteri Salmonella typhii.

1. Demam
Pada awalnya, gejala tifus yang paling terlihat adalah demam. Demam adalah hasil dari proses inflamasi dalam tubuh yang diaktifkan oleh kerja sistem kekebalan tubuh dalam memerangi infeksi bakteri Salmonella Typhii.

Demam akibat tifus cenderung meningkat secara bertahap dari hari ke hari dan biasanya dapat mencapai 39-40 ° C.

2. Berkeringat
Munculnya keringat masih dikaitkan dengan gejala demam saat tifus. Ketika Anda demam, suhu tubuh Anda akan meningkat sampai Anda merasa hangat.

Untuk menghilangkan panas dari dalam, otak segera memerintahkan kelenjar keringat untuk melepaskan cairan melalui pori-pori sebagai cara untuk mengembalikan tubuh ke suhu normal.

3. Tubuh terasa lemas
Ketika Anda bersorak, tubuh Anda terasa lemah dan tidak punya energi. Ini umum karena gejala tifoid dalam bentuk diare menyebabkan tubuh terus membuang sejumlah besar cairan dan elektrolit melalui kotoran dan keringat.

Faktanya, cairan elektrolit berfungsi untuk membantu otot bekerja dan berkontraksi dengan baik. Jadi jangan heran jika tubuh Anda akan merasa lebih lemah, lesu dan tidak diberi makan saat bersorak.

4. Gangguan pencernaan
Tip adalah penyakit menular yang menyerang pencernaan, terutama usus. Jadi jangan heran jika salah satu gejala paling umum yang muncul adalah gangguan pencernaan, baik diare atau sembelit.

Namun, diare lebih sering merupakan gejala tipus pada anak-anak, sedangkan pada orang dewasa gejalanya adalah sembelit.

Usus bakteri tidak dapat mencerna makanan dengan baik, yang membuat proses penyerapan air terganggu. Akibatnya, usus akan mengambil lebih banyak cairan dari tubuh untuk dapat memproses makanan sehingga tinja yang keluar terstruktur secara cair.

Sedangkan gejala sembelit pada orang dewasa tifoid disebabkan oleh infeksi bakteri yang menghambat pergerakan usus.

5. Sakit perut
Gejala tipus yang menyerang perut juga ada hubungannya dengan diare. Nyeri perut akibat tifus sering disertai dengan gejala diare.

Perut akan terasa sakit sampai infeksi masih menyerang sistem pencernaan. Sistem pencernaan yang bermasalah kemudian akan meminta bantuan otak dalam mengontraksi otot-otot usus sehingga segera mengeluarkan feses. Selama proses ini, perut Anda akan merasakan kram dan mulas.

Umumnya Anda akan merasakan sakit perut dan diare 8 hingga 72 jam setelah terpapar bakteri Salmonella.

6. Kehilangan nafsu makan
Nafsu makan berkurang adalah bentuk respon tubuh ketika sistem kekebalan tubuh melawan bakteri yang menyebabkan infeksi.

Respons ini menyebabkan otak melepaskan zat peradangan yang memberi sinyal sistem saraf pusat untuk memicu pelepasan leptin. Leptin adalah jenis hormon yang bisa menekan nafsu makan.

Di sisi lain, gejala tifoid berupa diare juga membuat pencernaan sulit memproses makanan, sehingga Anda cenderung lebih malas makan.

7. Sakit kepala
Sakit kepala adalah gejala tipus yang sering terjadi dengan demam. Demam adalah tanda bahwa tubuh mengalami kesulitan mengatur suhu tubuh. Ini bisa memicu pelepasan bahan kimia inflamasi yang selanjutnya bisa memicu sakit kepala.

Gejala tifoid parah dan termasuk gawat darurat
Setelah beberapa hari, Anda mungkin merasa bahwa gejala tipus mulai menghilang perlahan. Namun, berhati-hatilah. Bakteri salmonella typhii masih bisa bersarang di tubuh Anda jika perawatannya tidak lengkap atau tidak efektif.

Tifus sebenarnya sudah mulai dengan gejala ringan. Namun, walaupun jarang, tifus bisa berakibat fatal jika terus parah dan tidak cepat teratasi.

Peluncuran NHS, gejala komplikasi tifoid yang parah dan parah dapat:

1. Pendarahan internal
Ketika parah, infeksi bakteri yang menyebabkan tipus dapat menyebabkan robekan usus yang menyebabkan pendarahan internal. Kondisi ini disebut perforasi usus. Gejalanya meliputi:

Baca Juga :