Zeus Battery

CCA Aki Adalah Apa? Ini Pengertian dan Penjelasan Lengkapnya

cca aki adalah

Sebagian dari Anda mungkin ada yang belum tahu apa itu CCA (Cold Cranking Ampere) aki, CCA aki adalah satuan yang menunjukkan kemampuan baterai menyalakan mesin ketika suhunya dingin, bahkan hingga di bawah 0 derajat.

Jadi semakin tinggi rating CCA pada aki, maka semakin besar pula lah daya awal baterai. CCA bahkan menentukan kemampuan menyalakan starter kendaraan. CCA aki normal tentunya membuat starter elektrik kendaraan normal pula.

Aki yang nilai CCA nya rendah tentu saja tidak bisa menyalakan mesin mobil. Kalaupun bisa, paling hanya sekali dan setelahnya langsung drop. Adapun penjelasan lebih detailnya tentang cca pada aki adalah sebagai berikut.

CCA Aki Adalah Apa?

Secara simpel, CCA aki adalah satuan yang jadi acuan kemampuan suatu aki dalam menggerakkan starter elektrik kendaraan.

Disebut CCA (Cold Cranking Ampere) karena kendaraan akan lebih sulit dinyalakan saat lingkungan dingin.

CCA pada aki menjadi penentu kemampuan aki untuk memutar dinamo starter. Dimana semakin besar angkanya akan semakin baik untuk kendaraan.

Dimana CCA aki yang bagus bisa dapat membuat starter elektrik kendaraan bisa berfungsi secara normal.

Cara Mengetahui CCA Aki

Untuk mengetahui berapa CCA aki yang dibutuhkan kendaraan Anda, terdapat rumus khusus yang bisa Anda jadikan acuan, yaitu:

CCA Aki = 1,5 x (isi silinder kendaraan/10)

Jadi misalkan terdapat mobil Agya dengan CC 1000. Maka CCA aki minimal yang baik untuknya adalah sesuai rumus cara mengetahui CCA Accu berikut:

1,5 x (1000/10) = 150 CCA

Perlu diketahui bahwa rumus cara menghitung CCA aki ini hanya untuk mendapatkan gambaran umumnya saja dan tidak berlaku universal. Ini untuk menentukan berapa minimal CCA yang aman untuk kendaraan Anda.

Jadi misalkan mobil Agya tersebut menggunakan aki dengan CCA 260 dan tegangan 12V, maka akan baik-baik saja. Sebab berdasarkan rumus cara mengukur CCA aki sebelumnya, angka 260 itu di atas minimal CCA untuk mobil Agya.

Lain halnya jika aki tersebut digunakan pada mobil Innova yang membutuhkan aki dengan minimal 300 CCA, pastinya akan membuat starter elektrik mobil tidak berfungsi maksimal.

Masalah Kelistrikan Starter Kendaraan

Sistem starter kendaraan pada dasarnya membutuhkan listrik murni dari aki sebelum mesin dalam kondisi hidup.

Jika berbicara tentang kualitas kelistrikan aki, tentunya ada 4 parameter utama yang penting untuk diperhatikan. Diantaranya yaitu:

1. Tegangan (Volt)

Angka volt menunjukkan berapa besar voltase atau tegangan dari aki. Untuk kendaraan kecil dan pribadi biasanya menggunakan tegangan 12 volt.

2. Ampere Hour (Ah)

Nilai ini menunjukkan berapa kapasitas Ampere yang bisa dikeluarkan oleh suatu aki. Misalkan di aki tertulis 12V 45Ah, maka aki tersebut bisa digunakan untuk menyalakan lampu 12V 45A selama satu jam.

3. Cold Cranking Ampere (CCA)

CCA Adalah angka yang menentukan kekuatan suatu aki untuk memutar dinamo starter. Dimana semakin besar angkanya, maka akan semakin baik pula kinerja starter elektrik kendaraan saat menggunakannya.

CCA dapat pula dikatakan sebagai nilai yang menunjukkan kemampuan aki saat masih terisi penuh untuk mengeluarkan arus listrik (dalam satuan ampere) pada saat kondisi dingin (-17,8 derajat celcius) selama 30 detik.

Dimana tiap sel-sel baterai akan dipertahankan sebesar 1,2 volt atau lebih. Jadi apabila suatu aki terdapat 6 sel, maka tegangan keseluruhan minimum yang dipertahankan sekitar 7,2 Volt.

4. Reserve Capacity (RC)

Nilai Reserve Capacity ini menunjukkan kapasitas cadangan untuk menyuplai kebutuhan arus listrik ke sistem pengapian dan kelistrikan body jika sistem pengisian tidak bekerja.

Reserve Capacity adalah banyaknya waktu dalam satuan menit pada baterai ketika terisi penuh dapat memberikan arus listrik sebesar 25 Ampere pada suhu 27 derajat Celcius.

Dimana tegangan tiap sel baterai tak boleh turun di bawah 1,75 volt atau apabila baterai tersebut punya 6 sel maka tegangan minimumnya yaitu 10,5 volt.

Dari keempat hal tersebut, tentunya Anda bisa menyimpulkan bahwa ternyata penyebab yang paling umum jadi masalah starter susah digunakan adalah karena faktor Volt dan nilai CCA.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.